Cara Budidaya Bunga Mawar Di Kebun


Cara budidaya bunga mawar di kebun bukanlah sesuatu yang sangat sulit, sebab cara ini sudah banyak yang mengembangkan dan tentunya sudah banyak yang berhasil. Dari berbagai sumber admin kumpulkan tips dan trik cara menanam bunga mawar di kebun ini semoga bermanfaat bagi sedulur tani semua.
Cara Budidaya Bunga Mawar Di Kebun
Gbr : Google Image


Tahap-tahap cara budidaya bunga mawar di kebun

  • Yang per-tama adalah pemilihan lahan


Siapkan lahan yang mau ditanami mawar. Pilihlah tanah yang gembur, subur dan mendapat sinar matahari secara langsung. Lalu Bersihkan lokasi kebun dari rumput-rumput liar dan batu kerikil. Cangkul atau bajak tanah sedalam kurang lebih 30 cm hingga gembur. Setelah dibajak biarkan tanah selama 15-30 hari agar matang dan bebas dari gas-gas beracun.

Buatlah bedengan-bedengan dengan ukuran lebar 100-120 cm, tinggi 30 cm, jarak antar bedengan 30-40 cm dan panjangnya tergantung keadaan lahan. Bila akan dirancang taman yang asimetris, maka penyiapan lahannya bisa dibuat bentuk-bentuk yang kamu inginkan.

  • Yang Ke-Dua Pemupukan


Pupuklah kebun dengan pupuk organic (kompos/kandang) 20-30 ton per hektar atau Super TW Plus 4-5 ton per hektar. Berikan pupuk dengan menyebar dan mencampur merata bersama tanah sambil merapikan bedengan. Pemberian pupuk organik dengan memasukkan ke dalam lubang tanam rata-rata 1-2 kg per tanaman.

  • Yang Ke-Tiga Penentuan Pola Tanaman 


Buatlah lubang tanam pada jarak 60×60 cm atau 70×70 cm, tergantung jenis mawar dan kesuburan tanahnya. Pembuatan lubang diperlukan sekop melengkung supaya diperoleh lubang berbentuk silindris. Ukuran lubang 45x45x45 cm. kedalaman yang baik yaitu bila tanaman diletakkan dalam lubang, kedudukan bagian percabangan utama letaknya sejajar dengan permukaan tanah.

Karena akar mawar tidak mampu menembus terlalu dalam, maka cukup cangkul 45-55 cm saja.

Pada saat membuat lubang, tanah di permukaan (top soil) dan sub-soil dikumpulkan terpisah, karena akan digunakan untuk menutup lubang kembali. Bila daerah itu tertutup rumput, ambil dalam bentuk lempengan-lempengan dan letakkan di tempat teduh. Untuk digunakan sebagai pupuk dengan memasukkanya ke dalam lubang.

Letakkanlah lempengan rumput secara terbalik. Campur top soil dengan dengan pupuk organic dengan perbandingan 4 bagian tanah dan 1 bagian organik. Lubang diisi dengan top soil dan bahan organic sampai membentuk gundukan.

  • Yang Ke-Empat Cara Menanam


Waktu menanam mawar ketika musim hujan, namun apabila kondisi air memadai dapat dilakukan sepanjang tahun. Mawar yang ditanam berupa bibit cabutan (tanpa tanah) dan bibit yang berasal dari polybag.

  • Cara Menanam Bibit Mawar Cabutan


Bongkar bibit tanaman mawar dari kebun pembibitan secara cabutan. Potong sebagian batang dan cabng-cabangnya, sisakan 20-25 cm agar habitus tananman menjadi perdu (pendek). Potong sebagian akar-akarnya dengan gunting pangkas yang tajam dan steril. Rendam bibit mawar dalam air atau larutan Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) seperti Dekamon 1-2 cc/liter selama 15-30 menit.

Tanamlah bibit di tengah-tengah lubang dan akarnya diatur menyebar kesemua arah. Urug dengan tanah hingga batas pangkal leher batang. Padatkan tanah di sekeliling batang tanaman mawar pelan-pelan agar akar-akarnya dapat kontak langsung dengan air tanah. Siram tanah di sekeliling pekarangan tanaman hingga basah.

Pasang naungan sementara dari anyaman bamboo/bahan lain untuk melindungi tananaman mawar dari teriknya sinar matahari sore hari.

Baca Juga :

  • Yang Ke-Lima Pengairan dan Penyiraman


Pada fase awal pertumbuhan (sekitar umur 1-2 bulan setelah tanam), dilakukan secara kontinu tiap hari 1-2 kali. Pengairan berikutnya berangsur-angsur dikurangi atau tergantung keadaan cuaca dan jenis tanah.

Waktu pemberan waktu yang baik pada pagi dan sore hari, saat suhu udara dan penguapan air dari tanah tidak terlalu tinggi.Siramlah secara merata menggunakan alat bantu emrat (gembor).

  • Pengendalian Hama



Ada salah satu faktor yang bisa menghambat perkembangan budidaya bunga mawar bunga wawar, diantaranya adalah hama. Untuk itu, kita akan membahas tentang hama dan bagaimana cara mengatasinya.

    • Kutu Daun


Kutu daun kecil dan panjangnya kurang lebih 0,6 mm. Berwarna hijau, kadang-kadang tidak bersayap. Menyerang pucuk, seringkali menempel pada ranting dan kuncup bunga.

Gejala: kutu daun menghisap cairan (sel) tanaman, sehingga menimbulkan gejala abnormal. Pada daun atau pucuk jadi keriting atau mengekerut. Dapat juga sebagai vector virus dan sering meninggalkan madu manis yang menempel pada permukaan daun, sehingga menjadi penyebab penyakit embun jelaga (Capnodium sp).

Pengendalian :menjaga sanitasi kebun dan semprot dengan insektisida Desis 2,5 EC atau Buldok 25 EC, Confidr 200LC, Curacron 500 EC dan Fastac 15 EC pada konsentrasi yang dianjurkan.

    • Kumbang


Ada tiga jenis kumbang penyerang tanaman mawar:

Kumbang Chafer (Macrodactylis subspinosus), Fuller (Autoserica castanca) dan Curculio (Rhyncite bicolor). Kumbang Chafer berwarna coklat kekuning-kuningan dengan panjang tubuh sekitar 12 mm. Kumbang Fuller berwarna cokelat keabu-abuan dengan panjang tubuh 10 mm. Kumbang Curculio berwarna merah bergaris hitam kurang lebih 5 mm.

Gejala : memakan daun, tangkai dan kuntum bunga. Sehingga menyebabkan bolong-bolong pada bagian yang diserang. Sedangkan larvanya sering memakan perakaran tanaman.

Pengendalian : mengumpulkan dan memusnahkan hama tersebut dan semprotlah dengan insektisida Hostathion 40 EC, Desis 2,5 EC, Ambush 2 EC, Elsan 60 EC atau yang lainnya pada konsentrasi yang dianjurkan.

    • Siput Berbulu


Tubuh berwarna putih kehijau-hijauan dengan panjang kurang lebih 12 mm dan ditutupi bulu-bulu kasar. Gejala : pada stadium larva hama ini menyerang tanaman dengan cara memakan daun sebelah bawah yang menyebabkan daun berlubang tinggal tulang daun.

Pengendalian : merontokkan kepompong yang menempel pada tanaman dan disemprot dengan insektisida Brestan 60 (Moluskasida) pada konsentrasi yang dianjurkan dianjurkan.

    • Tungau (Tetranychus telarius)


Ciri-ciri hama ini adalah tubuh berwarna merah atau hijau maupun kuning. Berkembang biak dengan cepat apabila cuaca lembab dan panas, serta sirkulasi udara kurang baik.

Gejala : menyerang dengan cara menghisap cairan (sel) tanaman pada bagian daun atau pucuk, sehingga menyebabkan titik-titik merah. Pengendalian : disemprot insektisida seperti Omite 570 EC atau Mitac 200 EC, Meothrin 50 EC atau yang lainnya pada konsentasi yang dianjurkan.

    • Thrips


Hama ini berukuran sangat kecil, kurang lebih 1 mm. berwarna kuning-oranye atau kuning kecokelat-cokelatan. Gejala : merusak atau menghisap cairan (sel) tanaman, terutama bunga, daun dan cabang. Menyenangi bunga mawar bewarna kuning atau yang bewarna terang lainnya.

Pengendalian : Pemangkasan bagian tanaman yang terserang berat dan semprotlah dengan insektisida Merusol 50 WP, Tokuthion 500 EC, Pegasus 500 SC, Decis 2,5 EC atau yang lainnya pada konsentrasi yang dianjurkan.

Sekian artikel Cara Budidaya Bunga Mawar di Kebun, silahkan baca juga artikel-artikel yang lain.


0 comments